AIRMADIDI, SULUTBASUARA.COM – Jemaat GMIM Bukit Sion Wilayah Airmadidi 3 sukses mencatatkan rekor baru. Dalam rangka ucapan syukur jemaat, sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Minahasa Utara (Minut), mereka menggelar hajatan “Bakar Nasi Jahe” kolosal pada Sabtu (08/11/2025), dengan membakar 500 bulu (bambu) Nasi Jahe.

Angka ini bukan sekadar statistik. Tahun lalu, kegiatan serupa ‘hanya’ mencapai 400-an bulu, menandakan peningkatan signifikan yang menggambarkan semangat dan kekompakan jemaat yang makin membara.
Untuk menghasilkan 500 bulu Nasi Jahe ini, jemaat total menggunakan 225 kg Beras Pulo dan santan dari 125 biji kelapa. Sebuah sinergi nyata memanfaatkan berkat hasil bumi.

Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang khidmat, dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Bukit Sion, Pdt. Mouna Linda Rumayar.
Dalam wawancara, Pdt. Mouna Linda Rumayar dengan hangat menyampaikan filosofi di balik kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa aksi bakar Nasi Jahe ini adalah wujud nyata dari ungkapan syukur atas berkat Tuhan, terutama melalui hasil bumi yang ada.
“Kegiatan ini dalam rangka bersyukur dengan segala berkat yang Tuhan berikan bagi kita… dengan hasil kelapa yang ada, kita bisa kelola jadi santan. Orang-orang yang berkebun dengan rempah-rempah yang ada, mereka boleh membawa berkat itu,” ujar Pdt. Mouna.

Lebih lanjut, Pendeta yang ramah ini menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat tali kasih dan kebersamaan, yang diwujudkan dalam nilai-nilai lokal.
“Dengan itulah kita boleh ada kebersamaan… dan menjaga supaya terus saling mengisi satu dengan yang lain, baku-baku baik, baku-baku sayang, baku-baku hormat, dan ada rasa kebersamaan. Kekompakan itu sangat nampak, itu semua karena Tuhan Yesus yang memberikan bagi kita semua,” tegasnya, memberikan kesan spiritual yang mendalam.

Acara Bakar Nasi Jahe ini merupakan persembahan tulus dari jemaat untuk jemaat, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan menyambut HUT Kabupaten Minahasa Utara yang puncaknya akan jatuh pada 20 November 2025.
Nasi Jahe yang telah dibakar rencananya akan langsung dibagikan kepada seluruh jemaat pada hari itu, dan akan dilanjutkan pembagiannya di gereja keesokan harinya. Tak hanya untuk internal jemaat, Pendeta Mouna juga memastikan bahwa Nasi Jahe tersebut akan dibagikan kepada tetangga-tetangga yang berada di sekitar gereja sebagai aksi berbagi kasih.

Aksi pecah rekor ini menjadi bukti otentik, bahwa perayaan ulang tahun daerah sejatinya adalah momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat, yang diikat erat oleh tali kasih dan syukur.
(JEMMY)







