MANADO – Tak ada lagi wibawa yang tersisa. Rabu (6/5/2026) malam menjadi saksi runtuhnya takhta Bupati Sitaro, Cyntia Kalangit, saat ia dipaksa menanggalkan kemeja putihnya dan berganti rompi “keramat” merah muda di gedung Kejati Sulut.
Ia diduga kuat terlibat dalam pusaran korupsi dana stimulan erupsi Gunung Ruang—sebuah skandal yang dianggap publik sebagai puncak pengkhianatan terhadap rakyat yang tengah berduka.
Datang dengan langkah tegap bak pemimpin yang tak bersalah pada pukul 10.21 WITA, Cyntia tampak percaya diri menghadapi penyidik. Namun, setelah berjam-jam dicecar pertanyaan, mental sang Bupati tampak remuk.
Saat digiring menuju mobil tahanan, pemandangan kontras tersaji. Tak ada lagi tatapan tajam sang kepala daerah, hanya kepala yang terus menunduk dalam. Pantauan media ini Cyntia terlihat berupaya keras membendung air mata yang pecah, sebuah ekspresi penyesalan yang terlambat.
Meski stafnya pasang badan melindungi wajah sang atasan dari jepretan kamera, aroma skandal ini sudah terlanjur menyerbak.
Kasus ini menyulut amarah warga karena menyasar dana bantuan untuk korban erupsi Gunung Ruang 2024. Di saat ribuan warga kehilangan rumah dan harta benda, dana sebesar Rp22,7 Miliar justru diduga menguap ke kantong-kantong penguasa.
Cyntia tidak sendiri dalam “pesta” di atas penderitaan rakyat ini. Ia menyusul gerombolan tersangka lain yang sudah lebih dulu masuk sel:
- EBO (Eks Pj Bupati Sitaro) – Rekan jejak dalam birokrasi.
- DDK (Sekda Sitaro) – Jenderal ASN yang terseret arus.
- JMS (Kepala BPBD) – Garda terdepan bencana yang justru diduga jadi garda terdepan korupsi.
- DT (Pihak Swasta) – Penyedia yang diduga ikut mencicipi ‘kue’ anggaran.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, memberikan peringatan keras bahwa penahanan sang Bupati bukanlah akhir. ”Kami masih memburu aktor-aktor lain. Siapa pun yang berani menyentuh dana kemanusiaan untuk kepentingan pribadi, tidak akan kami beri ampun,” tegasnya.
Kini, Cyntia Kalangit harus rela melepas fasilitas mewahnya untuk tidur di balik jeruji besi. Sebuah pengingat pahit bahwa di hadapan hukum, rompi merah muda tidak mengenal jabatan.
(JEMMY)







