Air merupakan kebutuhan dasar bagi banyak mahluk yang tidak bisa digantikan. Bagi manusia, air merupakan salah satu kebutuhan esensial yang tidak bisa dipisahkan karena sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari, baik untuk beribadah, mencuci, mandi, memasak, irigasi dan kebutuhan lainnya.
Ketersedian air untuk pemenuhan dasar tentu tidak bisa dipisahkan dari bagaimana kondisi daerah tangkapan di kawasan hulu, artinya kualitas tangkapan berupa hutan menjadi salah satu faktor yang menentukan bagaimana ketersediaan air.
SULUTBASUARA.COM Minahasa – Kuasa hukum masyarakat Desa Sea Noch Sambouw, SH, MH CMC menjawab pernyataan dari Sekertaris Desa (Sekdes) Sea Clief Sangian yang menyatakan bahwa keringnya sumber mata air Kolongan akibat musim panas atau kemarau.

“Itu semua bukan karena musim panas/kemarau akan tetapi dampak dari perombakan Kawasan Lindung Geologi sempadan mata air dan imbuhan air yang ada di sekitar mata air,” kata Sambouw kepada sulutbasuara.com Kamis (16/11/2023) lewat WhatsApp

Sambouw menuturkan sebelum adanya penggusuran di Kawasan Lindung Hutan Mata Air Kolongan oleh PT Bangun Minanga Lestari (BML) meski musim panas atau kemarau berkepanjangan kuota air tidak pernah berkurang.
“Kemarau saat ini tidaklah panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang saja sudah sering hujan toh kenyataannya air di sumber mata air lebih sekarat,” tuturnya.

Menurut Sambouw perbedaan ketika Pemeriksaan Setempat (PS) gugatan Class Action di Pengadilan Negeri (PN) Manado dan PS gugatan di PTUN Manado perbedaannya sangat jauh penurunannya drastis. “Apalagi ketika tim media Mesakh dan kawan-kawan turun langsung beberapa Minggu lalu malah lebih parah lagi atau lebih sekarat dibanding PS dua gugatan tersebut,” jawabnya tegas.

Diketahui perkara di PTUN Manado sedang dalam tahapan banding oleh pihak yang kalah di PT.TUN Manado dengan nomor perkara 68/B/LH/2023/PT.TUN MDO dia berharap kepada majelis hakim untuk dapat memeriksa perkara secara objektif.

“Amat terlebih dampak dari diterbitkannya ijin lokasi dan ijin lingkungan oleh Bupati Minahasa. Sudah semakin jelas kelihatan dampak terhadap mata Air Kolongan Desa Sea yang sampai saat ini sudah mendekati ajalnya (mati,red),” kata Sambouw berharap.
Lanjut Sambouw “Saat ini saja kegaduhan bahkan keresahan masyarakat sudah jelas nampak bagi masyarakat pengguna mata air dari Mata Air Kolongan yang semakin hari semakin kritis,” tukasnya menambahkan.
(Jemmy)





