Klaim Pemilik Lahan, PT.MSM/TTN Hentikan Aktifitas Para Penambang. Warga Siap Berjuang Hingga Tumpah Darah

oleh -85 dilihat
oleh

SULUT BASUARA.COM Minut Masyarakat Tatelu, Kabupaten Minut yang berprofesi sebagai penambang emas protes keras lantaran lokasi tambangan mereka ditutup paksa oleh perusahaan PT.MSM/TTN, kemudian dijadikan Objek Vital Nasional (Obvitnas).

 

Protes keras warga akibat pihak perusahan PT.MSM/TTN melanggar komitmen yang telah disepakati bersama pada Maret 2023 lalu yang saat itu dalam diskusi dihadiri oleh perwakilan perusahan, pemerintah oleh hukum tua Desa Tatelu dan warga penambang.

 

Terpantau, saat belasan awak media turun di lokasi tambang yang sudah di tutup oleh PT MSM, ternyata disana sedang terjadi argumentasi antara kelompok warga penambang dengan beberapa petugas keamanan dari pihak perusahaan bersenjata lengkap yang menghentikan aktivitas warga penambang.

 

Menurut salah satu petugas yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan apa yang mereka lakukan saat ini berdasarkan perintah dan sudah sesuai dengan SOP.

 

“Kami hadir disini berdasarkan perintah atasan dan sudah sesuai dengan SOP yaitu untuk menjaga dan melindungi objek vital nasional,” katanya tegas.

 

Sementara itu salah satu warga penambang pemilik lubang yang merupakan penduduk asli desa Tatelu Berty Kolantung mengatakan kecewa dengan pihak perusahan yang terkesan berbohong hanya janji terus untuk mengulur waktu.

 

“Sudah ada kesepakatan antara warga tambang bersama perusahan, tapi kenyataannya kesepakatan itu hanya sebuah trik untuk menyenangkan hati warga,” ucap Berty kolantung salah satu warga penambang, Selasa (23/5/2023).

 

Menurutnya, berdasarkan kesepakatan awal, lokasi tambang di tutup sementara oleh perusahaan dan akan dibuka lagi Tanggal 25 April 2023. Tetapi mirisnya,setelah sampai pada waktu yang disepakati untuk dibuka,pihak perusahaan justru mengulur waktu hingga tanggal 4 Mei 2023.

 

“Intinya perusahaan tidak komitmen. Dorang talalu banyak bajanji.Bagaimana dengan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan kebutuhan hidup dari tambang rakyat ini,” kata Berty kesal

Sikap tarik ulur waktu oleh perusahaan sangat membakar emosi para penambang yang diketahui adalah warga sekitar tambang Desa Tatelu. Adanya pemberitahuan melalui baliho, bahwa lokasi tersebut sudah menjadi Obvitnas, justru mengundang pertanyaan masyarakat sekitar.

 

Ditempat yang sama Frangki yang kerap di sapa waseng ini mengatakan akan melakukan aksi yang lebih heboh lagi, apalagi pihak perusahaan belum membuka lokasi batu emas yang sudah puluhan tahun menjadi tempat mencari nafkah warga sekitar.

 

“Kalau perlu ada tumpah darah, torang siap hadapi pihak perusahan yang terkesan tidak mementingkan nasib warga. Jangan rampas hak kami warga disini, torang disini datang mancari” Kecam pria bertato ini yang mengaku sejak diintimidasi oleh pihak tim keamanan perusahaan PT.MSM/TTN, para pekerja yang dimiliknya tidak mau bekerja lagi karena merasa terancam hingga saat ini mengalami kerugian yang tidak sedikit.

 

Di Lokasi yang sama,Glen yang juga adalah pengolah lokasi tambang mengatakan sangat kecewa.Ia menerangkan, selain sudah ada kesepakatan dengan perusahaan, keberadaan lokasi tambang ini juga sudah dibicarakan dengan pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

 

“Yang sangat kami sesali, perusahan telah berkomitmen. Tapi dimana komitmen itu.

Mereka pernah menawarkan kami untuk bermitra dengan mereka. Bagi kami apapun itu kalau ada yang menguntungkan bagi kami para penambang,bisa dibicarakan bukan mengulur waktu tanpa kepastian,”ujar Glen.

 

(Jemmy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.