Kisah Seram Manado Beach Hotel, Dulu Dihuni Presiden dan Konglomerat, Kini Dihuni Barisan Iblis

oleh -8,363 dilihat
oleh

SULUT BASUARA.COM SULUT Dulunya Manado Beach Hotel (MBH) adalah hotel paling sophisticated di kota Manado, Sulawesi Utara.

Penghuni hotel ini mulai dari menteri, orang berduit dan konglomerat.

 

Kini Manado Beach Hotel (MBH) jadi rumah hantu.

 

Penghuninya kuntilanak serta mahluk mahluk astral lainnya.

 

Manado Beach Hotel (MBH) diresmikan Presiden Soeharto pada tahun 1991.

 

Hadirnya MBH merupakan upaya pemerintah untuk mengembangkan sektor wisata Sulut yang lagi booming dengan penemuan Bunaken. Ini satu satunya hotel bintang empat di Sulawesi Utara. Yang menginap disana adalah golongan berduit. Dari Menteri, pejabat hingga konglomerat.

 

Di zaman itu, MBH adalah simbol kemewahan. Segala yang berbau mewah selalu dikaitkan dengan MBH.

 

Masa masa indah MBH ditandai dengan kesejahteraan para pegawainya.

 

Itu semua berubah pada tahun 1999.

 

Krisis ekonomi membuat hotel itu limbung. Tamu berkurang. MBH terpaksa pangkas karyawan. Dari 363 menjadi 160.

 

Keterpurukan MBH juga disebabkan mulai banyak hotel muncul. Hotel yang muncul kebanyakan berada di pusat kota Manado. Turis pun memilih hotel hotel itu. MBH yang berada di Desa Mokupa Minahasa dianggap terlalu jauh.

 

Lama kelamaan, MBH kian terpuruk. Dan pada akhirnya kolaps. Celakanya tak ada solusi bagi eks lahan MBH.

 

Akhirnya bangunan dengan harga miliaran rupiah itu terbengkalai.

Dari jauh, MBH mirip rumah iblis. Bangunannya besar dan megah tapi kusam dan sepi.

Lobi berantakan dan kotor. Memasuki bagian lorong, anda akan disambut sarang tawon. Lorongnya gelap dan bau. Aula berantakan.

Bagian atap porak poranda. Perabotan dalam kamar tak tersisa. Hanya ada cermin yang dibeberapa kamar hancur berkeping keping. Ada kamar yang sudah tak bisa dibuka.

 

Kesaksian warga setempat, disana kerap muncul berbagai macam hantu. “Dari kuntilanak hingga orang raksasa. Teriakan dan tangisan kerap muncul dari dalam,” kata warga

 

Lanjutnya, Lokasi ini kerap dipilih sebagai tempat uji nyali. Pesertanya sering mendapati pengalaman tak masuk di akal.

 

Disana ada sebuah kamar yang disebut kamar Pingkan. Pingkan adalah putri dalam legenda setempat. Kamar ini berisi baju pengantin. Ini kamar terlarang. Kamar Pinkan tak pernah disewakan pada tamu. Kamar tersebut ada penghuninya, ya, wanita mengenakan baju pengantin,” terangnya

 

(Jemmy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.