AIRMADIDI – Suasana khidmat bercampur bahagia menyelimuti Balai Kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi, Minahasa Utara pada Rabu (06/05/2026). Wanua Sukur resmi menginjak usia ke-146 tahun, sebuah perjalanan sejarah panjang yang dirayakan dengan penuh syukur oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

Perayaan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Ketua FKUB Kelurahan Sukur, Pdt. Petrus Pitoy, S.Th. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk apresiasi atas penyertaan Tuhan bagi seluruh warga Sukur selama hampir satu setengah abad berdiri.
Momen emosional terasa saat Ketua Dewan Adat, Handry Rotinsulu, membacakan sejarah berdirinya Kelurahan Sukur. Peserta yang hadir diajak kembali menyusuri jejak leluhur yang membangun fondasi desa hingga bertransformasi menjadi kelurahan yang maju seperti sekarang.

Ada yang unik dalam perayaan kali ini. Tanggal berdirinya Kelurahan Sukur ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun sang pemimpin, Lurah Prety Lumempouw, SSTP., MAP, yang genap berusia 32 tahun.
Dalam sambutannya, Camat Airmadidi, Olfien Pandean, memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Lurah Prety. Ia menyoroti berbagai kemajuan fisik yang mulai dirasakan warga, mulai dari renovasi kantor kelurahan hingga proyek rehabilitasi drainase yang direncanakan sejak 2025 dan direalisasikan tahun ini. ”Masyarakat dan perangkat kelurahan harus saling bersinergi. Jangan ada yang belok kiri sementara Lurah ke kanan. Semua bantuan dan pembangunan ini adalah hasil upaya Lurah yang gigih berkoordinasi dengan BapeLitbang,” tegas Camat Olfien.

Lurah Prety Lumempouw tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Baginya, merayakan ulang tahun pribadi bersamaan dengan ulang tahun kelurahan adalah sebuah kehormatan.
”Hari ini sangat spesial bagi saya. Terima kasih atas segala dukungan masyarakat, perangkat, dan panitia. Meski dirayakan secara sederhana, namun kebersamaan ini membuatnya terasa sangat meriah,” ungkapnya haru.

Sebelum puncak acara di balai kelurahan, panitia telah sukses menggelar berbagai perlombaan yang memacu adrenalin sekaligus gelak tawa warga, di antaranya:
- Turnamen Bola Voli (Putra & Putri)
- Lari Marathon (Putra & Putri)
- Lari Sprint 75 Meter khusus kategori berat badan 85 kg ke atas.
Ketua Panitia, Marson Aiba, menjelaskan bahwa deretan lomba tersebut bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa persaudaraan antarwarga Sukur.
Perayaan HUT ke-146 ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah kaki Gunung Klabat, semangat gotong royong antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat tetap terjaga demi kemajuan Wanua Sukur di masa depan.
(JEMMY)





