MINUT, SULUTBASUARA.COM – Kabupaten Minahasa Utara resmi membuka gerbang bagi para inovator muda untuk berbicara di panggung internasional. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, meluncurkan secara resmi Open Innovation Competition for Local Youth Climate Action Fund (LYCAF) 2026 pada Selasa (13/1/2026).
Ajang ini bukan sekadar perlombaan lokal, melainkan wadah penjaringan ide kreatif pemuda Minahasa Utara dalam menjawab tantangan perubahan iklim yang kini menjadi isu krusial global.
Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa terpilihnya Minahasa Utara sebagai penyelenggara LYCAF merupakan bukti nyata kepercayaan dunia. Hal ini merupakan hasil dari konsistensi pemerintah daerah dalam menjalin diplomasi internasional, salah satunya melalui peran aktif sebagai pendiri United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC).
“Minahasa Utara tidak hanya hadir, tapi aktif di forum dunia. Kepercayaan ini adalah buah dari kerja keras kita di UCLG ASPAC. Meski kompetisi ini digelar di tingkat lokal, dampaknya diproyeksikan berskala global,” tegas Bupati Joune.
Istimewanya, program LYCAF 2026 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkab Minahasa Utara dengan dua institusi raksasa dunia:
* Bloomberg Center for Public Innovation at Johns Hopkins University, Amerika Serikat.
* UCLG ASPAC.
“Ini bukan kompetisi biasa. Inovasi anak-anak muda kita akan langsung bersentuhan dengan standar akademik kelas dunia. Karya mereka akan dinilai, dipublikasikan, dan diperkenalkan secara internasional,” tambah Joune Ganda dengan penuh optimistis.
Target dan Harapan!!
Kompetisi ini menargetkan talenta muda berusia 15 hingga 24 tahun. Fokus utamanya adalah menggali kearifan lokal dan potensi daerah yang mampu dikonversi menjadi solusi nyata bagi perubahan iklim.
Guna menjamin kualitas dan keberlanjutan program, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) akan mengawal penuh seluruh rangkaian seleksi hingga implementasi proyek.
Bupati berharap, melalui LYCAF 2026, lahir sosok-sosok inovator muda yang tidak hanya membawa nama baik daerah ke tingkat Asia Pasifik, tetapi juga menjadi pionir pembangunan berkelanjutan bagi masa depan Bumi.
(JM)







