JAKARTA, SULUTBASUARA.COM – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Bupati Minahasa Utara, Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM., M.Si, berhasil memukau peserta seminar nasional dengan memaparkan dua inovasi unggulan daerah yang terbukti ampuh menekan inflasi dan memperkuat kemandirian fiskal.
Dalam seminar bertajuk Best Practice Inovasi Daerah dalam Rangka Peningkatan PAD dan Pengendalian Inflasi yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, pada 8 Desember 2025 malam, Bupati Joune Ganda menekankan kunci keberhasilan: kolaborasi dan inovasi strategis yang mampu menghasilkan dampak besar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Inovasi yang paling menarik perhatian adalah KOIN PERAK LAPIS EMAS (Kios Inflasi Perdagangan Antar Kecamatan Layani Pembeli Sembako Masyarakat). Program ini lahir sebagai respons atas penetapan Minahasa Utara sebagai Kabupaten Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh BPS, yang menuntut stabilitas harga.
Bupati Ganda menjelaskan, tantangan utama adalah lonjakan harga komoditas strategis dan keterbatasan APBD. Solusinya, Minahasa Utara menerapkan model Close Loop pengendalian inflasi melalui dua pilar utama:
* Kios Inflasi: Dijalankan tanpa APBD, murni memanfaatkan jejaring pelaku usaha, kelompok tani, BULOG, dan akademisi, dengan skema margin tipis dan bagi hasil. Kios ini hadir di semua kecamatan, bahkan menjangkau pulau terpencil Mantehage.
* Pasar Murah Bersubsidi: Menggunakan APBD, berkolaborasi dengan BI, swasta, dan daerah lain untuk mendatangkan komoditas dengan harga yang jauh lebih rendah.
Hasil dari inovasi cerdas ini sungguh fantastis:
* Inflasi Minut Anjlok: Berhasil turun drastis dari 7,86% (Juni 2024) menjadi hanya 0,02% (Desember 2024), sebuah angka terendah secara nasional.
* Kesejahteraan Meningkat: Angka kemiskinan menurun dari 6,95% menjadi 6,05% di tahun 2025, disertai peningkatan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita.
* Bonus APBN: Berkat keberhasilan ini, Pemerintah Minahasa Utara diganjar Dana Insentif Fiskal sebesar Rp9 miliar (2023) dan Rp15 miliar (2024), serta Penghargaan dari Presiden Joko Widodo.
“Program ini turut menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi kios dan peningkatan aktivitas ekonomi,” ujar Bupati Joune Ganda.
Inovasi unggulan kedua adalah SI-GESIT (Sistem Gerakan Semua Ingin Selamat), sebuah aplikasi digital penanggulangan bencana yang terintegrasi dengan call center 112 Kominfo, 119 BNPB, dan 110 Polres Minahasa Utara.
Aplikasi ini tidak hanya menyediakan informasi cuaca, risiko kebencanaan, dan edukasi mitigasi, tetapi juga berfungsi menjaga kelancaran distribusi barang dan jasa. Dengan meminimalisir gangguan bencana, Si-Gesit secara tidak langsung berperan aktif dalam pengendalian inflasi daerah.
Dikembangkan oleh BPBD Minut melalui kolaborasi multi-pihak, Si-Gesit telah meraih penghargaan dari Menteri Dalam Negeri dan bahkan telah direplikasi oleh Kota Manado, Tomohon, dan Bitung.
Bupati Ganda menegaskan bahwa inovasi di Minahasa Utara adalah “gerakan moral dan sosial.”
“Inovasi dei ma yento, inovasi ma dampak jo – Inovasi tiada henti, inovasi berdampak,” tegasnya.
Kesungguhan Minahasa Utara dalam manajemen krisis, termasuk penanganan pengungsi Gunung Ruang di Sitaro dan korban kapal KM Barcelona, bahkan membawa daerah ini mendapat kesempatan berbicara di forum internasional Crisis Management Conference 2024.
Keberhasilan dua inovasi besar Minahasa Utara, KOIN PERAK LAPIS EMAS dan SI-GESIT, kini menjadi blueprint nasional dalam menekan inflasi, menurunkan kemiskinan, dan memperkuat ekonomi daerah melalui kolaborasi tanpa ketergantungan APBD.
(*/JM)





