SULUTBASUARA.COM Tangerang – Di tengah hiruk-pikuk persiapan menjelang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025, satu nama mencuat dengan penuh percaya diri: Joune Ganda.
Bukan sekadar hadir, Bupati Minahasa Utara ini datang sebagai tuan rumah sekaligus peserta yang siap mendominasi panggung. Dalam perannya ganda, sebagai Sekretaris Jenderal Apkasi dan pemimpin daerah, Joune Ganda membawa agenda yang jauh lebih besar dari sekadar pameran, ia membawa misi untuk menjadikan Minahasa Utara sebagai pusat perhatian nasional.
AOE 2025, yang akan digelar pada 28–30 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, bukanlah ajang biasa. Ini adalah medan pertarungan bagi daerah-daerah untuk unjuk gigi. Namun, bagi Minahasa Utara, ini adalah panggung yang strategis.
Di bawah kepemimpinan Joune Ganda, kabupaten ini siap menampilkan senjata andalan mereka: produk-produk UMKM lokal yang telah disiapkan secara matang.
“UMKM adalah wajah ekonomi rakyat, dan kami datang bukan hanya untuk mempromosikan, tetapi untuk menunjukkan kekuatan tersembunyi dari Minahasa Utara,” tegas Joune Ganda, melalui kabag pemerintahan Sefferson Sumampouw, Rabu (27/08) diruang kerjanya.
Ia melanjutkan, “Melalui AOE 2025, kami ingin membuktikan bahwa produk kami memiliki kualitas yang setara, bahkan lebih baik, dari yang ada di pasar nasional maupun internasional. Kami siap menjalin kerja sama dan membuka peluang investasi yang akan mengubah peta ekonomi daerah.”
Minahasa Utara tidak main-main. Di stan mereka, pengunjung akan disambut dengan bombardir produk-produk unggulan: mulai dari kuliner khas yang menggugah selera, kerajinan tangan yang memukau, hingga produk-produk kreatif yang sarat akan identitas budaya lokal.
Ini bukan sekadar produk; ini adalah narasi tentang dedikasi, inovasi, dan kebanggaan masyarakat Minahasa Utara yang dikemas dalam satu paket promosi yang mematikan.
Sebagai motor penggerak acara ini, Joune Ganda menggunakan perannya sebagai Sekjen Apkasi untuk memastikan bahwa setiap daerah mendapatkan kesempatan yang sama. Namun, kehadiran Minahasa Utara sendiri menjadi manifestasi paling jelas dari visinya: menjadikan AOE bukan hanya sebagai ajang pameran, tetapi sebagai mesin kolaborasi yang kuat. Kehadirannya di Tangerang bukan hanya untuk mengangkat nama Minahasa Utara, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai tokoh sentral di kancah nasional.
Dengan semua persiapan ini, Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda bukan lagi sekadar peserta, melainkan pemain kunci yang siap menggebrak panggung AOE 2025.
Bersiaplah, mari warga Minahasa Utara sejabodetabek kita hadiri dan sukseskan “Apkasi Otonomi Expo 2025″karena Kabupaten Minahasa Utara akan menjadi sorotan utama.
(JEMMY)







