SULUTBASUARA.COM Minut – Di tengah gencarnya isu ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tak tinggal diam. Melalui program nasional Minut ditergetkan penanaman 5.000 hektar padi pada tahun 2025.

Salah satu pelopornya adalah Desa Tontalete, Kecamatan Kema, yang memanfaatkan alokasi Dana Desa (ADD) Tahap 1 sebesar Rp37 juta untuk menanam padi di lahan seluas 2,5 hektar.
Acara penanaman perdana yang digagas pemerintah Desa Tontalete ini dihadiri langsung oleh Asisten 2, Allan Mingkid, mewakili Bupati Joune J.E. Ganda dan jajaran, perwakilan Forkopimda, Camat, hukum tua se-kecamatan Kema.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Minahasa Utara, Allan Mingkid, yang mewakili Bupati Joune J.E. Ganda, mengatakan kegiatan ini adalah bagian dari program Ketahanan Pangan Desa Tontalete. “Dana desa digunakan untuk budidaya padi sawah ini,” ujar Allan.

Ia menambahkan bahwa padi yang ditanam ini nantinya akan dikelola oleh Kelompok Tani Desa Tontalete dan akan dijual melalui Koperasi Merah Putih.
“Nanti setelah panen, hasilnya akan dijual. Yang menarik, warga yang ber-KTP Tontalete akan mendapatkan harga khusus,” jelas Allan Mingkid.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga untuk memastikan hasil panen dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat dengan harga yang lebih terjangkau.

Allan Mingkid juga menyampaikan kabar baik terkait progres program ini. “Posisi di bulan Juni, yang dilaporkan Juli kemarin, kita sudah di angka 3.100 hektar, ditambah dengan padi ladang hampir 657 hektar,” katanya. Dengan tambahan penanaman di Desa Tontalete dan desa-desa lain, ia optimis target 5.000 hektar akan tercapai. “Kegiatan ini akan menambah hitungan dalam pencapaian target kita,” imbuhnya.
Ia menambahkan, program ini adalah bukti nyata sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Melalui tema “Manfaatkan Sejengkal Tanah Pun Untuk Budidaya Pangan,” pemerintah mendorong setiap warga untuk berpartisipasi aktif dalam upaya swasembada pangan.

Sementara itu, Pj. Hukumtua Desa Tontalete, Justus Watuna, juga mengungkapkan dukungannya. “Pemerintah desa sangat mendukung. Bahkan, saya mendorong anak-anak muda yang belum bekerja supaya mau bertani. Petani itu manajemen sendiri,” kata Justus. Ia meyakini, bertani adalah profesi yang menjanjikan, dan pemerintah desa siap membantu dari segi bibit dan pupuk.
(JEMMY)







