
Minahasa Utara – Likupang Tourism Festival (LTF) 2025 yang digelar pada 29-31 Mei 2025 di kawasan Pantai Pal Likupang, Minahasa Utara, menjadi ajang yang sangat meriah dengan adanya Pacuan Roda Sapi sebagai salah satu daya tarik utama. Ribuan penonton dari berbagai penjuru Minut hingga Provinsi Gorontalo memadati lokasi pacuan untuk menyaksikan aksi sapi-sapi yang digandrungi.

Dihari terakhir lomba, Sabtu (31/05/2025), lokasi pacuan roda sapi dekat jalur fun walk pantai Paal Likupang menjadi pusat perhatian pengunjung. Penonton dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk bupati peserta Munas VI APKASI, ikut menyaksikan keseruan pacuan roda sapi ini.
Sorakan dan tepuk tangan bergemuruh dari penonton saat rit paling bergengsi di kelas gabungan yang mempertemukan sapi juara di jarak 150, 200, dan 250 meter. Beberapa peserta fun walk terlihat kagum dan takjub menyaksikan aksi sapi-sapi yang digandrungi, termasuk Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang bersama istri.
“Seumur hidup, ini merupakan kali pertama menyaksikan perlombaan pacuan roda sapi,” kata Sarman dari atas tribun hakim pacuan.

Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, saat menutup kegiatan mengungkapkan bahwa pacuan roda sapi merupakan kekayaan daerah dan bagian identitas budaya Minut yang sangat berharga. “Terima kasih kepada panitia dan pecinta olahraga tradisional yang telah berpartisipasi dalam LTF 2025 dan menjadikan pacuan roda sapi sebagai tontonan menarik bagi pengunjung,” kata Joune

Joune memastikan bahwa pemerintah daerah akan mendukung penuh setiap gelaran pacuan roda sapi, dan berencana untuk mengemas event serupa dengan skala yang lebih besar, dengan peserta dari seluruh Sulawesi. “Dengan demikian, pacuan roda sapi dapat menjadi lebih dikenal dan dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia,” terang Joune Ganda
Selanjutnya, Bupati Joune Ganda menyerahkan hadiah bagi para pemenang pacuan roda sapi.

Ketua Panitia Edwin Rimporok usai lomba mengungkapkan kebahagiaannya karena pacuan roda sapi dapat menghibur masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik utama di Likupang Tourism Festival (LTF) 2025. Menurutnya, pacuan roda sapi merupakan tradisi leluhur di Tanah Tonsea yang terus dilestarikan hingga saat ini. “Sebagai ketua panitia saya bangga karena arena pacuan roda sapi menjadi titik favorit di momentum LTF, membuktikan bahwa tradisi ini tidak lekang oleh waktu,” kata Edwin.
Sebagai pecinta dan penggemar pacuan roda sapi Edwin berkomitmen untuk terus mempertahankan tradisi ini dan mendukung pemerintah dalam pembangunan daerah dengan pondasi budaya lokal. “Dengan demikian, pacuan roda sapi tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya dan identitas daerah,” tutup Edwin Rimporok
(JIM)







