Start di Lintasan 3, Sapi Pacu Putri Perjuangan Tampil Sebagai Juara Umum

oleh -169 dilihat
oleh

SULUT BASUARA.COM Minut Dalam rangka memperingati HUT PDI Perjuangan ke-51,yang jatuh pada 10 Januari 2024 lalu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Utara menggelar lomba pacuan roda sapi tradisional.

 

Bertempat di arena pacuan sapi Rektas Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, kegiatan yang berlangsung pada tanggal 1-3 February 2024 ini memperebutkan piala Rio Dondokambey.

 

Ada sebanyak 51 pasang sapi pacu yang turut serta dalam perlombaan ini.

 

Di partai final yang berlangsung Jumat (03/02/2024), tampil sebagai juara sebagai berikut: Di jarak 100 meter pemula Sapi Pacu dengan nama Super Queen pemilik R Bolang. Di jarak 100 meter pernah sapi pacu Makaria, pemilik pala choy, sapi pacu jarak 150 pemilik F Wongkar, di jarak 200, putri perjuangan, pemilik Youke Kalengkongan dari Desa Maumbi dan Jarak bergengsi 250 meter di menangkan oleh sapi pacu bernama Sandra Aci, pemilik Alfa Herman Dari Desa Watudambo.

 

Sementara itu di babak perebutan, yang mempertemukan pemenang antara sapi pacu jarak 100 pemula dan 100 pernah di menangkan oleh Makaria pemilik Frangky Nangka dari Kelurahan Sarongsong 2, dan di jarak paling bergengsi yang mempertemukan juara di kelas 150,200 dan 250, di menangkan oleh sapi pacu jarak 200 bernama Putri Perjuangan, pemilik Youke Kalengkongan dari Desa Maumbi

 

Selaku Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Utara Jemmy Mekel saat menutup perlombaan mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pemilik dan penggemar sapi pacu yang sudah turut meramaikan perlombaan. “Apresiasi buat seluruh pemilik, penggemar roda sapi pacu yang begitu antusias mengikuti perlombaan yang di adakan oleh DPC PDI Perjuangan Minut,”katanya

 

 

Lanjut Jemmy Mekel, “Lomba sapi pacu juga dilaksanakan dalam rangka menunjang program pemerintah kabupaten Minahasa Utara sebagai salah satu daerah yang menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia khususnya di bidang pariwisata, juga sebagai upaya mengangkat dan mempertahankan kearifan budaya lokal yang turun temurun di di kalangan masyarakat Minahasa Utara khususnya,” tukas Mekel

 

 

(Jemmy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.