SULUT BASUARA.COM Minut – Kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, masih memelihara budaya Gotong royong pindah rumah, sebuah tradisi mengangkat atau pindah rumah tanpa dibongkar hingga sekarang.
“Ini adalah tradisi turun temurun yang masih terpelihara di masyarakat kelurahan Sukur, saat ini yang dibantu adalah Keluarga Kabitulan-Laholo,” kata Kepala RW 9 Novita Baba, Minggu (9/10/2022) pagi.
Menurut Baba, Masyarakat RW 9 dan sekitarnya bergotong royong memindahkan rumahnya ke tempat lainnya dan dibantu oleh kurang lebih 50 orang tetangganya, yang bersama membantu mengangkat bangunan tersebut.
“Ini adalah kebersamaan sosial, dimana seluruh warga baik pemuda maupun orang tua, ikut membantu mengangkat tanpa memandang status sosial,” katanya.
Novita Baba menambahkan, setelah mengangkat bangunan tersebut, tuan rumah tidak memberikan bayaran dalam bentuk uang, tetapi berterima kasih dalam bentuk sajian makanan dan minuman, seperti Kue, rokok, kopi teh dan sebagainya.
“Itu telah disediakan lalu semuanya makan bersama, sampai kenyang lalu pulang ke kediaman masing-masing,” tambah Ketua RW
Dari pantauan sulutbasuara.com langsung dilokasi, saat melaksanakan tradisi tersebut, ada seorang yang menjadi pemimpin, dan memberikan komando maka bangunan bisa diangkat dengan lebih mudah.
“Ya, harus ada yang komando untuk memberi aba-aba, agar supaya kompak secara serentak mengangkat, maka bangunan bisa diangkat dengan mudah,” kata Fery Polandos selaku yang dituakan untuk jadi komandonya.
Menurutnya, tradisi ini merupakan simbol kepolosan, kebersamaan masyarakat tanpa rekayasa dalam kehidupan sosial di etnis Minahasa dan terpelihara yang menular juga pada sub etnis lainnya yang mendiami Sukur
Dia berharap dengan tradisi tersebut, maka akan membawa masyarakat Sukur selalu hidup dalam kebersamaan saling tolong menolong antar tetangga.
(Jemmy)






