Antara uang atau panggilan hati Kisah Motivasi Lantriyani Wahiu

oleh -184 dilihat
oleh

SULUT BASUARA.COM, Manado Profesi guru merupakan tugas mulia, karena harus bekerja dengan hati tanpa memandang upah. Guru kaya akan pengabdian, kira-kira begitulah gambarannya.

Seperti diungkap Lantriyani Wahiu SPd, Kepala SDN 108, jika melihat sepak terjang guru yang sesungguhnya pasti segilintir orang akan bergidik, menyaksikan betapa sulit dan mulia pengorbanan guru. Jika dinominalkan tentu jasanya tidak ternilai sebab mendidik orang dari tidak tahu hingga menjadi mengerti.

Dikisahkan Lantriyani, setiap hari harus mengorbankan waktu, seharusnya setelah mengajar, bisa langsung pulang mengurus anak dan suami, Tetapi hatinya selalu tergerak untuk memberikan pelajaran tambahan bagi anak-anak yang menurut penilaian wajib mendapatkan pelajaran ekstra. Pekerjaan ini dilakukan setiap hari tanpa mengenal lelah.

“Jika dihitung dengan uang tentu sangat mahal tapi ini semua adalah bentuk pelayanan kepada Tuhan dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Motivasi inilah yang mengantarkan dirinya menjadi Guru Pengerak dan ditetapkan sebagai Kepala Sekolah. Tentu semua berawal dari pengorbanan selama bertahun-tahun. Kalau tugas ini dilaksanakan karena uang tentu hasilnya tidak seperti ini namun karena niat hati yang tulus untuk melayani maka Tuhan juga tidak menutup mata dan membuka jalan.
“Sekarang jerih payah selama bertahun-tahun, mulai terlihat, anak didik juara Olimpiade Sains Nasional dan saya ditetapkan sebagai guru Pengerak sekaligus dipercayakan sebagai Kepala Sekolah,” ujarnya. Tugas selanjutnya adalah membagikan ilmu kepada seluruh tenaga pendidik yang dapat dijangkau, karena ilmu ini wajib dibagi seperti falsafah Sam Ratulangi “Hidup untuk menghidupkan orang lain”. (cie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.