Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Joune Ganda: Minahasa Utara Siap Akselerasi ‘Asta Cita’ Presiden

oleh -14 dilihat
oleh

AIRMADIDI – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX di Lapangan Upacara Pemkab Minut, Senin (27/04/2026). Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, upacara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara daerah dan pusat.

​Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Tampil gagah dengan Pakaian Dinas Upacara (PDU), Bupati Joune menegaskan bahwa semangat otonomi daerah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan mesin penggerak kesejahteraan rakyat.

​Dalam wawancaranya usai upacara, Bupati Joune Ganda menekankan pentingnya penyelarasan program daerah dengan visi-misi Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Asta Cita. ​”Program Bapak Presiden adalah program nasional yang wajib dilaksanakan oleh seluruh pemerintah daerah, termasuk Minahasa Utara. Melalui otonomi daerah, kita mengakselerasi program-program pusat agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat lokal,” ujar Bupati Joune.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama untuk mencapai target pembangunan nasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Bumi Tonsea.

​Menanggapi arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Bupati Joune menggarisbawahi pentingnya efisiensi anggaran di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik internasional saat ini. Ia menginstruksikan jajaran Pemkab Minut untuk memangkas kegiatan yang bersifat seremonial dan dialihkan ke program yang menyentuh rakyat.

​”Kondisi global sedang tidak baik-baik saja, dan itu berdampak pada kita. Arahan Pak Mendagri sangat jelas: lakukan efisiensi. Fokuskan anggaran pada program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kegiatan seremonial harus dilaksanakan secara sederhana,” tegasnya.

​Terkait dinamika penyesuaian kewenangan dalam pelaksanaan otonomi, Bupati Joune menganggap hal tersebut sebagai bagian dari proses menuju tata kelola yang lebih baik. Beliau memastikan bahwa Pemkab Minut tetap tegak lurus pada petunjuk pelaksanaan (Juklak) dari Kemendagri.

​”Poin-poin pelaksanaan Otda ini dipantau langsung oleh Kemendagri. Kita tidak boleh menyimpang dan harus mengikuti surat edaran yang ada. Tujuannya satu: kepentingan masyarakat harus diutamakan,” tambahnya.

​Di akhir penyampaiannya, Bupati peraih gelar Doktor ini mengajak insan pers untuk ikut menggelorakan semangat otonomi daerah. Ia berharap media menjadi jembatan informasi agar masyarakat memahami target-target pemerintah secara holistik.

​”Mari kita bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Dukungan media sangat penting agar masyarakat memahami arah pembangunan yang sedang kita jalankan di Minahasa Utara,” pungkasnya.

(JEMMY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.