AIRMADIDI, SULUTBASUARA.COM – Semangat pagi dan optimisme tumbuh subur di Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), seiring bergulirnya program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan inisiatif unggulan Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto.
Salah satu motor penggerak utama program ini adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukur. Dapur raksasa yang berlokasi di kelurahan Sukur, Kecamatan Airmadidi ini telah bertransformasi menjadi pusat logistik gizi yang masif, menyiapkan ribuan porsi makanan sehat setiap harinya.
Aktivitas di SPPG Sukur bukan dimulai saat mentari terbit, melainkan jauh sebelum itu. Sejak pukul 03.00 pagi, seluruh tim sudah bergerak cepat, memastikan bahan-bahan terbaik siap diolah.
Kepala SPPG Sukur, Grendy Warbung, memastikan penyaluran MBG di wilayahnya berjalan tanpa hambatan. Ia menjelaskan bahwa tingkat penerima manfaat di Sukur telah mencapai kapasitas maksimum, menunjukkan tingginya kebutuhan dan suksesnya implementasi program ini.
“SPPG Sukur saat ini melayani MBG untuk total 2.785 siswa yang tersebar di 24 sekolah, mulai dari jenjang Paud/TK, SD, hingga SMP,” jelas Grendy. “Ini adalah komitmen kami untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan asupan gizi terbaik.”
Fokus utama di SPPG Sukur adalah kualitas dan standar gizi. Grendy Warbung menekankan bahwa menu yang disajikan telah melalui proses perencanaan yang ketat.
“Kami telah menetapkan nilai gizinya sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kami bahkan memiliki ahli gizi khusus di tim yang bertanggung jawab penuh merancang menu harian dan menghitung kebutuhan gizi spesifik dari setiap penerima manfaat,” tambahnya.
Laura Agnes Palit, seorang Ahli Gizi yang bertugas di SPPG Sukur, menjamin kualitas penyajian. “Tim SPPG menyiapkan menu bergizi dengan bahan yang dipilih secara cermat, ditakar dengan tepat, dan dimasak di bawah pengawasan ketat. Kami pastikan penyajiannya diolah dengan mengacu pada standar gizi nasional yang ditetapkan BGN,” tegas Laura.
Inisiatif ini tidak hanya memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.
Melisa Pieter Tombeng, selaku Owner SPPG Sukur, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menjadi bagian dari program MBG. “Puji syukur, SPPG kami boleh menjadi salah satu penyedia MBG. Kami berupaya keras menyajikan makanan yang memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan pangan yang tertinggi,” ujarnya.
Menariknya, SPPG Sukur juga melibatkan orang tua siswa sebagai tenaga kerja. “Ada beberapa orang tua yang bekerja di SPPG Sukur ini, dan anak-anak mereka sendiri juga merupakan bagian dari penerima manfaat dari MBG. Ini menciptakan lingkaran kebaikan yang sempurna, di mana orang tua turut andil dalam menyediakan gizi terbaik bagi anak-anak mereka dan komunitas,” tutup Melisa dengan bangga.
MBG di Airmadidi melalui SPPG Sukur telah membuktikan bahwa program pemerintah dapat dieksekusi dengan integritas, kualitas, dan dampak positif yang luas bagi komunitas lokal dan masa depan generasi penerus bangsa.
(JEMMY)





