Talaud, Sulutbasuara.com – Komando Distrik Militer 1312/Talaud mengelar upacara peringati hari kebangkitan nasional yang ke-117 tahun 2025, yang bertempat di lapangan upacara Makodim 1312/Talaud, Jln Bui Batu, Kelurahan Melonguane, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapten Kav Hendra B.Y Welan, sedangkan Komandan Upacara Serma Joulykwan Sarempaa dan Perwira Upacara Serka Reinhard Suruh. Selasa (20/5/2025).
” Dandim 1312/Talaud Letkol INF Sigfried W Panaha,S.Sos., yang diwakili Kapten Kav Hendra B.Y Welan, membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia” Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-117.
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air. Tepat di tanggal 20 Mei 2025, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang membuka kembali halaman penting bagi sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah.
117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang
menyalakan api perubahan. Meialui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing, bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri.
Namun, kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Ia menuntut kita untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks, pada disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global dan ancaman terhadap kedaulatan digital kita.
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, kita hidup di zaman ketika batas-batas geografis semakin kabur dan peradaban bergerak dalam kecepatan yang tak lagi ditentukan oleh jarak melainkan oleh kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan.
Di tengah arus besar itu, Indonesia tidak berdiri terombang-ambing, tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton, pilihan ini bukan tanpa landasan. Sejak awal, para pendiri bangsa telah meletakkan prinsip yang menjadi iangkar kita dalam menghadapi dunia politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Dalam arus globalisasi yang semakin kuat, kita bersyukur bahwa Indonesia terus melangkah dengan tenang, menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian.
Prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang lelah menjadi pedoman sejak awal kemerdekaan, senantiasa menuntun langkah kita. Ditengah polarisasi dunia, lndonesia mengambil posisi sebagai trusted partner-bebas dalam menentukan kepentingan nasional dan aktif membangun dialog yang produktif dengan berbagai pihak.
” Indonesia menapaki jalur pembangunan yang tidak semata terfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan membuka ruang bagi kemajuan yang adil dan merata. Sebuah ikhtiar besar agar
pembangunan yang megah tetap berpijak kokoh pada kepentingan Rakyat. Saudara-saudari yang saya muliakan, dalam 150 hari pertama Pemerinlahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih.
Kami memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu. Justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana.
Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang, di bidang kesejahteraan sosial, melalui Program Makan Bergizi Gratis, lebih dari 3,5 juta anak Indonesia kini menikmati akses pada makanan bernutrisi. Langkah yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya menjadi landasan penting bagi masa depan bangsa.
” Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan, karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan. Tutupnya. (Fany)






