SULUTBASUARA.COM, Minut – Di Indonesia saat ini kebutuhan darah cukup tinggi, termasuk di daerah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulut.

Penggunaan darah ini untuk persalinan, mengobati penyakit, dan juga penanganan ketika terjadi suatu kecelakaan yang mengakibatkan korban kehilangan banyak darah.

Untuk memenuhi kebutuhan darah bagi pasien, Palang Merah Indonesia (PMI) yang merupakan organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan berjuang keras mendapatkan stok darah.

PMI Minut dibawah pimpinan Kristy Karla Lotulung Arina, terus menggalakkan program Donor Darah Sukarela yang dilakukan di wilayah Minut.

Namun, banyak dari masyarakat yang mungkin bertanya tentang kenapa darah tidak gratis pada saat ada pasien yang membutuhkan, padahal pendonor darah melakukan donor darah secara sukarela. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa darah tersebut ‘dijual’ oleh PMI, sehingga banyak masyarakat yang enggan mendonorkan darahnya dengan alasan tersebut.
Tapi, faktanya adalah darah tidak pernah dijual oleh PMI.

Ketua PMI Minut Kristy Karla Lotulung Arina, menjelaskan, Darah itu gratis bagi pasien yang membutuhkan, namun ada biaya pemrosesan yang perlu ditanggung oleh pasien.
“Biaya ini disebut dengan “Biaya Pengganti Pengolahan Darah” atau biasa disingkat menjadi BPPD,” kata Kristy Arina kepada sulutbasuara.com, Rabu (02/08/2023) di kantor PMI Minut RSUD Walanda Maramis.

Menurut Kristy, harga setiap 1 kantung darah bisa mencapai Rp 360.000 bahkan lebih. Hal ini kadang membuat masyarakat bertanya-tanya, kenapa mahal sekali harga yang harus dikeluarkan untuk membeli satu kantung darah?
Padahal dalam program Donor Darah yang digalakkan pemerintah melalui PMI pendonornya memberi dengan sukarela tanpa ada bayaran. Paling-paling hanya dapat susu snack dan vitamin.

“Jadi uang yang kita bayarkan bukan untuk membeli darah namun untuk Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD). Darah memerlukan beberapa tahap pemeriksaan serologi (pemeriksaan HBsAg, HIV, Anti HCV, sifilis), dan crossmatching (uji silang serasi) serta memerlukan kantong darah sebagai tempat penyimpanan darah yang keseluruhan proses pemeriksaan tersebut membutuhkan biaya,” jelas Kristy yang dikenal baik dan ramah pada semua orang itu.

Tak lupa Istri tercinta dari Wakil Bupati Minut Kevin Lotulung ini mengajak masyarakat Minut khususnya untuk mau berbagi kepada sesama dengan mendonorkan darah.
“Setetes darah dapat menyelamatkan satu nyawa,” tukas KKA
(Jemmy)





