Warga Petani dan Peternak Ikan di Airmadidi Protes Atas Aksi Penutupan Jalan Pertanian Sepihak Oleh Pihak Unklab.

oleh -108 dilihat
oleh

SULUTBASUARA.COM Minut – Ratusan Masyarakat petani warga Airmadidi atas dan Airmadidi bawah bersama LSM Manguni dan Mapatu datangi lokasi akses jalan pertanian yang diduga ditutup sepihak oleh manejemen universitas kenamaan di Minut sejak Senin 22 Mei 2023 pekan lalu.

 

Kedatangan warga bersama LSM gegara merasa keberatan dengan pihak manajemen Unklab yang menutup akses jalan pertanian secara sepihak tanpa ada kordinasi lebih dahulu dengan masyarakat.

 

“Saya sangat dirugikan akibat penutupan jalan sepihak oleh pihak Universitas Klabat,” kata Denny Watupongoh pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan Universitas ini, Sabtu (27/5/2023) di lokasi jalan yang ditutup

 

Senada, Hendra Rumambi juga pemilik lahan yang berbatasan dengan unklab mengatakan sebelumnya sudah ada pembicaraan dan kesepakatan secara lisan dengan rektor UnKlab Danny I Rantung, MBA, PhD, dimana dalam kesepakatan itu pihak kampus akan menyediakan jalan pengganti sebagai jalan pertanian masyarakat jika nantinya jalan ini ditutup.

 

“Kenyataannya tidak demikian karena secara sepihak jalan sudah ditutup, sehingga masyarakat tidak bisa beraktivitas bertani maupun memberi makan ikan di kolam-kolam ikan mereka maupun aktivitas lainnya Sewajarnya hal ini tidak boleh terjadi, mengingat Unklab adalah sekolah tinggi kenamaan yang harusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya,” sembur Hendra Rumambi, salah satu pemilik tanah dan juga Ketua LSM Manguni Indonesia Minahasa Utara.

 

Ditengah kekecewaan dan ketidakpuasan warga, Pembantu Rektor (Purek) Satu Unklab, Ronny H. Walean, MBA, PhD yang memberikan keterangan, bahwa pihak Unklab sudah menyediakan pengacara (kuasa hukum).

 

“Jika merasa dirugikan, silahkan masyarakat melaporkan masalah ini ke pihak penegak hukum. Kebetulan disini sudah ada dari pihak kepolisian, karena dalam hal ini saya tidak bisa mengambil keputusan, tunggu saja Pak Rektor nanti akan pulang minggu depan,” jelas Walean.

 

Sementara itu Kapolsek Airmadidi

Iptu Yusi Kristina Kristina S. I. K, yang hadir di lokasi menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya disini hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban demi mencegah terjadinya kekacauan dan tindakan anarkisme yang akan merugikan semua pihak.

 

“Sebagai APH, kami dari Kepolisian tentunya berdiri ditengah. Selaku Kapolsek, saya meminta supaya masalah ini dibicarakan secara baik-baik lewat musyawarah, dan tenang hati, tampa harus ada tindakan kekerasan terutama dari masyarakat yang merasa dirugikan maupun LSM perwakilan dari masyarakat, kami hanya memediasi supaya keamanan semua, terjamin,” urai mantan Kapolsek Mapanget itu.

 

Dalam kesempatan itu, Stenly Lengkong salah satu pemilik lahan juga merasa dirugikan, sangat menyesalkan tindakan penutupan jalan secara sepihak itu.

 

“Menurut saya, tak seharusnya tindakan itu dilakukan tanpa ada kesepakatan lewat musyawarah, duduk bersama. Manusiawi lah sedikit,” tukas Ketua LSM Adat MAPATU ini.

 

Menurut akfivis vokal yang akrab disapa Endy ini, sepertinya pihak Unklab harus belajar dari sejarah bahwa jalan tersebut adalah jalan pertanian.

 

Dikatakan Lebgkong, jika ditinjau dari segi sejarah, ada dua jalan yang umum yang berada dalam lingkungan universitas. Pertama, jalan Manado-Kema dan yang satu lagi adalah jalan pertanian yang sekarang ditutup secara sepihak.

 

“Untuk jalan Manado-Kema, tahun 2019 pernah diperbaiki dengan mengunakan dana APBD Minut, itu berarti jalan itu adalah jalan umum, walaupun claim pihak kampus bahwa tanah sekitar sudah dibeli. Tapi dari penilaian saya jalan umum tidak boleh dan tidak pernah dijual oleh siapapun karena jalan adalah hak milik bersama. Maka dari itu, saya meminta portal yang ditutup, untuk alasan keamanan sebaiknya ditempatkan security untuk menjaga portal di siang hari dan menutupnya dimalam hari, mengingat ada begitu banyak petani orang Airmadidi yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan juga ada begitu banyak anak-anak dari Airmadidi bersekolah di Universitas Klabat menggunakan akses jalan ini, saat datang dan pulang dari sekolah, dan untuk jalan pertanian seharusnya jangan ditutup sebelum ada kesepakatan jalan pengganti,” desaknya.

 

Menurutnya Keputusan ini terlihat jelas bahwa pihak kampus tidak menghargai, apalagi mendukung program pemerintah pusat maupun daerah yang sedang berusaha keras membuka jalan pertanian demi terciptanya swasembada pangan pasca diterjang pandemi covid 19 yang melumpuhkan ekonomi masyarakat terutama masyarakat kecil.

 

“Seyogyanya pihak Universitas selalu mempertimbangkan kearifan budaya lokal dimana adanya pesan para tetua Tanah Tonsea supaya tidak menutup jalan karena siapa yang menutup jalan yang sudah disepakati bersama, jalan hidupnya juga akan tertutup,” katanya

 

Untuk itu Lengkong berharap pihak Unklab mempertimbangkan maksud baik para orang tua pemilik tanah di Airmadidi yang dahulu rela menjual tanah mereka kepada pihak Universitas dengan harapan suatu hari kelak anak-cucu mereka menjadi pintar supaya tidak dibodohi seperti yang terjadi sekarang ini.

 

Sesuai pantauan di lokasi, sekarang ini jalan umum akses masuk dari belakang Universitas Klabat masih ditutup memakai portal tanpa adanya penjagaan.

 

Namun untuk jalan pertanian yang dipermasalahkan masyarakat, saat berita ini terbit, jalan sudah dibuka sementara, sampai menunggu hasil pertemuan antara perwakilan LSM, masyarakat pemilik lahan pertanian dan pihak Yayasan.

 

(Jemmy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.